Aku diam, aku memperhatikan


Aku diam, aku memperhatikan
Oleh : Bung Fai

Kau tahu benar bagaimana aku?
Orang yang membosankan. Selalu membuat jengkel. Tapi jangan salah, aku selalu merasa yakin dengan diriku sendiri. Sekalipun aku begini, kau pasti akan memahamiku meskipun dengan bahasa yang sulit dimengerti.
Aku sadar sepenuhnya. Seperti apa aku ini. Orang lain tahu aku hanya sekadarnya. Hanya tahu saja. Tidak sepenuhnya. Pasti ada yang mereka tidak ketahui dari diriku. Bahkan ayah dan ibukupun tidak tahu bagaimana aku secara utuh.
Ini bukanlah rahasia. Karena memang semua orang barang tentu memilikinya. Begitupun dengan dirimu, Nina. Walaupun ada sebuah pepatah berkata “ Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga”. Tapi harus kamu catat, bagaimana tupai itu jatuh, separah apa dia akan terluka, pasti dia akan berdiri kembali, dan akan melompat lebih tinggi lagi. Itulah manusia.
Bolehkah aku bertanya padamu, Nina?
Apakah aku lebih sering membuatmu kesal dari pada bahagia?
Aku ingin selalu melatih diriku diriku seberapa jauh aku telah belajar memahami orang lain, belajar segalanya tentangmu. Rasanya memang begitu membosankan karena pengorbanan memang lebih banyak berperan tapi masalah ini hanya langkah awal untuk menuju rasa terdamai yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Percayalah bahwa diam adalah perhatian?

_Senja Di Pelupuk Mata

0 Response to "Aku diam, aku memperhatikan"

Posting Komentar